Siap Sambut Kurban, Dompet Dhuafa Beri Pelatihan Juru Sembelih Halal di Universitas Djuanda

BOGOR — Hari Iduladha semakin dekat, Dompet Dhuafa terus menggaungkan pentingnya kurban kepada masyarakat, pada Jumat (23/5/2025) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Universitas Djuanda (Unida) Bogor dan Juleha (Juru Sembelih Halal) menggelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban yang sesuai dengan syariat Islam di Masjid Baitul Hamdi, Universitas Djuanda, Bogor.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai tata cara penyembelihan yang baik, sesuai syariat, sekaligus menjadi media dakwah serta regenerasi juru sembelih halal. Anto Langgeng Prayogo perwakilan Dompet Dhuafa menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan pentingnya edukasi dalam rangka regenerasi penyembelih hewan kurban.

“Kami ingin memberikan informasi atau edukasi kepada anak-anak muda supaya tahu bagaimana cara menyembelih, bagaimanapun juga regenerasi itu perlu, apalagi tentang edukasi menyembelih hewan kurban yang benar dan sesuai syariat Islam,” ujarnya.

Ustaz Sudrajat saat memaparkan materi terkait penanganan sapi saat hendak disembelih pada Pelatihan Penyembembelihan Hewan Kurban Jumat 2352025 di Masjid Baitul Hamdi Universitas Djuanda Bogor

Baca juga: Sunah Menyembelih Kurban, Benarkah Tak Boleh Potong Kuku dan Rambut?

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ustaz Sudrajat, pelaku peternak yang juga menjadi narasumber pelatihan. Pada kesempatan ini dipaparkan terkait manajemen kurban, bagaimana penanganan hewan kurban dari kandang sampai merebahkan, hingga proses penyembelihan, yang harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai syariat dan tidak menyakiti.

Ustaz Sudrajat juga menyoroti pentingnya pemahaman mengenai kesehatan hewan kurban, termasuk pemeriksaan pasca penyembelihan (post mortem) untuk memastikan kelayakan konsumsi.
Menurutnya, pemeriksaan ini perlu dilakukan secara menyeluruh terhadap bagian-bagian tubuh hewan yang dapat mempengaruhi kualitas daging, sehingga masyarakat tidak hanya memahami tata cara penyembelihan, tetapi juga mampu menilai kondisi hewan secara menyeluruh sebelum dagingnya dikonsumsi.

Ustaz Sudrajat saat memaparkan materi terkait penanganan sapi saat hendak disembelih pada Pelatihan Penyembembelihan Hewan Kurban Jumat 2352025 di Masjid Baitul Hamdi Universitas Djuanda Bogor

Ia juga menekankan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara penyembelihan yang sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw masih menjadi tantangan. Penting bagi masyarakat memahami dengan jelas batasan-batasan perlakuan terhadap hewan kurban, agar tidak terjebak pada mitos-mitos yang keliru.

Lebih lanjut, Ustaz Sudrajat menekankan metode penyembelihan yang benar dengan konsep rumus lima jari untuk sapi, sementara tiga jari pada domba dan kambing yang menekankan agar sembelih dilakukan di bawah jakun untuk memastikan kematian sempurna.

“Dengan metode rumus lima jari untuk sapi, maka penyembelihan di bawah jakun, kalau di atas jakun kemungkinan dia tidak akan mati karena saluran darahnya masih belum terputus, kalau di bawah jakun ini menyatu keempat ototnya, jadi Insya Allah mati sempurna dengan terputusnya hulqum, mar’i, dan dua urat aliran darah yang bernama vena dan arteri, sempurna terputus InsyaAllah mati sempurna,” jelas Ustaz Sudrajat.

Baca juga: Doa Menyembelih Hewan Kurban Untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Salah satu peserta Dani Suryani mengapresiasi adanya kegiatan Pelatihan Penyembembelihan Hewan Kurban Jumat 2352025 di Masjid Baitul Hamdi Universitas Djuanda Bogor

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid Universitas Djuanda, Muhammad Rendi Ramdani, juga menegaskan komitmen Unida sebagai Kampus Tauhid dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang menanamkan nilai-nilai syariat.

“Harapannya Unida yang setiap tahun melaksanakan kegiatan pemotongan kurban dapat lebih menjalankan nya sesuai dengan syariat atau tuntunan yang diajarkan Rasulullah Saw, terima kasih kepada dompet Dhuafa yang selalu mendampingi kami, kami sebagai Kampus Tauhid tentunya selalu berupaya menumbuhkan nilai tauhid dalam setiap aspek,” ungkap Dandy.

Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen internal Universitas Djuanda, seperti pimpinan universitas, dosen, mahasiswa PAI, serta peserta dari luar, termasuk dari pondok pesantren sekitar, SMA Internasional Boarding School Tahfidz, dan DKM masjid sekitar Ciawi.

Antusias para peserta memenuhi Masjid Baitul Mahdi untuk mengikuti Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban pada Jumat 2352025
Antusias para peserta memenuhi Masjid Baitul Mahdi untuk mengikuti Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban pada Jumat 2352025

Baca juga: Tata Cara Penyembelihan Kurban Sesuai Syariat Islam

Danu Suryani, salah satu peserta pelatihan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menambah wawasan penting, terutama mengenai etika dalam memperlakukan hewan kurban.

“Dengan adanya pelatihan ini bisa lebih hati hati karena ternyata memotong hewan kurban juga ada etikanya, etika dalam memperlakukan hewan juga harus diperhatikan, jadi menjadi sebuah nilai tambah buat kami sebagai panitia, jadi bagaimana hewan itu diperlakukan sebelum disembelih bahkan pada saat disembelih harus diperhatikan, bagaimana kondisi psikologis hewan juga harus diperhatikan,” imbuh Danu.

Acara ini menjadi wujud nyata sinergi antara Dompet Dhuafa dan Universitas Djuanda. Harapannya, pemahaman yang diterima peserta dapat terus disebarluaskan agar pelaksanaan kurban di masyarakat semakin sesuai dengan nilai-nilai Islam. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Dhika, Yudha Andilla