Thirty Days Off Wasted: Gerakan Kampanye Sadar Lingkungan di Bulan Ramadan

Aksi orasi untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).

JAWA BARAT — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar acara bertajuk “Thirty Days Off Wasted” di Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, pada Ahad (23/02/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam mengelola sampah selama bulan suci Ramadan. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk relawan lingkungan, akademisi, mahasiswa, dan warga sekitar yang peduli terhadap isu sampah.

Aksi yang melibatkan banyak pihak ini berangkat dari permasalahan konsumsi manusia yang selalu meninggalkan jejak berupa sampah. Peningkatan konsumsi makanan selama Ramadan, yang sering kali lebih besar dibanding hari biasa, turut menyumbang peningkatan jumlah sampah. Kebiasaan berbuka dengan makanan berlimpah dan penggunaan kemasan sekali pakai menjadi tantangan lingkungan yang harus disikapi dengan bijak. Jika tidak dikelola dengan baik, peningkatan sampah dapat memberikan dampak buruk terhadap lingkungan, termasuk pencemaran air dan tanah, serta meningkatnya emisi gas rumah kaca akibat sampah yang tidak terurai dengan baik.

Kesadaran akan dampak sampah terhadap lingkungan sangatlah penting agar permasalahan ini dapat diminimalisir. Sebagai bentuk kampanye, acara ini mengadakan aksi long march di sekitar Setu Tujuh Muara, yang diikuti oleh Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Ranita UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Baca juga: Perayaan Malam Tahun Baru Sisakan Sampah Menumpuk di Bali, Relawan Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih Sampah

Aksi orasi untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi orasi untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025
Aksi long march untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi long march untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025

Para peserta membawa poster dan mengenakan kostum unik sebagai bentuk ajakan untuk mengurangi sampah makanan dan kemasan selama Ramadan. Kampanye ini juga dilakukan melalui media sosial dengan mengunggah foto dan video edukatif mengenai pentingnya mengurangi sampah selama bulan Ramadan.

“Thirty Days Off Wasted kami pilih menjadi tema acara, karena tiga puluh sendiri identik dengan jumlah hari di bulan Ramadan dan tiga puluh hari ini akan terbuang sia-sia apabila tidak dimanfaatkan dengan baik juga tidak bijak dalam mengelola sampah,” ujar Putri Alya Firdaus, Staf Project Lingkungan DMC Dompet Dhuafa.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat mengurangi kebiasaan konsumtif dan lebih menahan diri agar tidak berlebihan dalam membeli makanan yang berpotensi menambah jumlah sampah. Menurutnya, Bulan Ramadan seharusnya menjadi momen refleksi dan pengendalian diri, termasuk dalam aspek konsumsi. Jika masyarakat bisa mengurangi kebiasaan membeli makanan secara berlebihan, mereka juga bisa membantu menjaga lingkungan.

Selain long march, acara ini juga menampilkan Orasi Lingkungan oleh Panca Yudha Dirgantara, yang mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem Bumi. Dalam orasinya, ia menekankan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menyoroti dampak jangka panjang dari kebiasaan konsumtif masyarakat yang berkontribusi terhadap permasalahan global, seperti perubahan iklim dan pencemaran lingkungan.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan WALHI Gemakan Suara Peduli Lingkungan Hidup di Banten

Aksi kampanye “Thirty Days off Wasted” untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi kampanye Thirty Days off Wasted untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025
Aksi kampanye “Thirty Days off Wasted” untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi kampanye Thirty Days off Wasted untuk menyuarakan ajakan komitmen kepada masyarakat agar peduli terhadap sampah selama 30 hari Bulan Ramadan di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025

Diskusi interaktif dalam sesi Bincang-Bincang Iklim juga digelar, menghadirkan Ika Saragih dan Kori Shifatun dari Ranita UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai narasumber. Dalam sesi diskusi, para narasumber membahas berbagai cara praktis untuk mengurangi sampah, mulai dari membawa wadah sendiri saat membeli makanan, memilih produk dengan kemasan ramah lingkungan, hingga mendaur ulang sampah organik dan anorganik.

Dalam sesi diskusi, Kori Shifatun mengaitkan pengelolaan sampah dengan pola konsumsi yang lebih bijak. Ia menjelaskan bahwa bebek bisa menjadi contoh dalam mengelola sampah organik secara ramah lingkungan. Bebek hanya makan sesuai kebutuhannya, yang mencerminkan pentingnya konsumsi secukupnya agar tidak menghasilkan sampah berlebihan. Prinsip ini selaras dengan tujuan acara untuk mengurangi perilaku konsumtif selama Ramadan.

“Kita bisa belajar dari bebek dalam mengatur pola konsumsi. Mereka hanya makan secukupnya dan tidak meninggalkan sisa makanan. Hal ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi sampah makanan,” ungkapnya.

Acara ini juga melibatkan program Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa. Terdapat booth Dapur Keliling (Darling) yang menyediakan makanan sehat seperti buah dan jus segar untuk warga yang berolahraga di sekitar danau. Booth ini tidak hanya menawarkan makanan sehat, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya memilih makanan bergizi yang tidak menghasilkan banyak sampah.

Aksi kampanye “Thirty Days off Wasted” ikut didukung dan dimeriahkan oleh Darling LPM Dompet Dhuafa, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi kampanye Thirty Days off Wasted ikut didukung dan dimeriahkan oleh Darling LPM Dompet Dhuafa di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025
Aksi kampanye “Thirty Days off Wasted” ikut didukung dan dimeriahkan oleh LKC Dompet Dhuafa, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi kampanye Thirty Days off Wasted ikut didukung dan dimeriahkan oleh LKC Dompet Dhuafa di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025

Baca juga: Schoolunteer 2024 Resmi Dibuka! DDV Fasilitasi Gagasan Anak Muda ‘Tuk Wujudkan Lingkungan yang Lebih Baik

Selain itu, LKC membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi kesehatan mental bagi pengunjung. Banyak warga yang memanfaatkan fasilitas ini untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka, terutama menjelang bulan Ramadan. Pemeriksaan kesehatan ini mencakup pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi mengenai pola makan sehat selama berpuasa.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tim DMC Dompet Dhuafa, relawan, dan Karang Taruna Bojongsari turut serta dalam aksi bersih-bersih Setu Tujuh Muara. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Yaya Sudira, Lurah Bojongsari, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dompet Dhuafa atas inisiatif ini.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah mengajak kita lebih sadar terhadap permasalahan sampah dan turut mendukung aksi bersih-bersih Setu Tujuh Muara,” ucapnya.

Dedi Irawan, salah satu warga yang hadir, juga menyambut baik acara ini. “Alhamdulillah, Dapur Keliling sangat membantu kami yang berolahraga di sini. Selain itu, ada pemeriksaan kesehatan gratis dan kampanye lingkungan yang mengajak kita untuk lebih peduli, seperti menggunakan tumblr untuk air minum agar mengurangi sampah plastik,” tuturnya.

Aksi bersih-bersih Setu Tujuh Muara pada acara kampanye “Thirty Days off Wasted” di Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi bersih bersih Setu Tujuh Muara pada acara kampanye Thirty Days off Wasted di Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025
Aksi kampanye “Thirty Days off Wasted” ikut didukung dan dimeriahkan oleh Trashic Siswa-siswa SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa, di sekeliling Setu Tujuh Muara, Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Minggu (23/02/2025).
Aksi kampanye Thirty Days off Wasted ikut didukung dan dimeriahkan oleh Trashic Siswa siswa SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa di sekeliling Setu Tujuh Muara Bojongsari Lama Kecamatan Bojongsari Kota Depok Ahad 23022025

Selain kegiatan yang telah disebutkan, acara ini juga diakhiri dengan sesi refleksi bersama di mana peserta diajak untuk menuliskan komitmen mereka dalam mengurangi sampah selama Ramadan. Para peserta berbagi pengalaman dan strategi yang akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Mari manfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjaga lingkungan. Melalui kampanye “Thirty Days Off Wasted”, kita diajak untuk lebih bijak dalam mengelola sampah agar tidak terbuang sia-sia. Karena Bumi hanya satu, saatnya kita berdaya dan bertindak sekarang. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Riza Muthohar, DMC
Penyunting: Dhika