Tingkatkan Kualitas Pelatihan Vokasional, Institut Kemandirian Gelar Training of Trainer

Group of diverse students around a table collaborating on a workshop activity with blue index cards on the surface.

TANGERANG — Institut Kemandirian terus memperkuat perannya sebagai pelatihan vokasional melalui kegiatan Training Instruktur Institut Kemandirian yang digelar pada Selasa (14/04/2026) di Kampus Institut Kemandirian, Karawaci, Tangerang.

Kegiatan yang diikuti oleh 25 instruktur ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengajar sekaligus menjaga standar kualitas pelatihan kerja agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan pendidikan vokasional yang berdampak bagi masyarakat.

Male trainer speaks into a microphone to a small audience in a training room, with a 'TRAINING' banner in the background.

Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menegaskan bahwa instruktur memiliki peran kunci dalam menentukan kualitas pembelajaran khususnya pendidikan vokasional di Institut Kemandirian

“Instruktur adalah bagian fundamental dalam proses belajar mengajar. Kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kapasitas instruktur itu sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini Institut Kemandirian berupaya memperkuat sistem pembelajaran sekaligus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter dan mampu memberikan dampak nyata di masyarakat.

Baca juga: Program Institut Kemandirian Berikan Peluang Keterampilan &  Kemandirian bagi 574 Penerima Manfaat dari 16 Pelatihan Sepanjang 2025

Standarisasi Pembelajaran dan Penguatan Nilai

Woman in a lavender hijab places pink sticky notes on a gray poster labeled 'Bahagia' while two other women in hijabs look on.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga pada standarisasi kurikulum serta integrasi Learning Management System (LMS) agar proses pembelajaran lebih sistematis, terukur, dan terdokumentasi.

Dalam pemaparannya, Zamrud, selaku Fasilitator Pengembangan Kurikulum dan Penguatan Nilai Pembelajaran di Institut Kemandirian, menekankan pentingnya instruktur memahami nilai dan karakter lembaga sebagai fondasi dalam proses belajar.

Man in green shirt speaks into a microphone while raising his left hand in a conference room, addressing a panel of people seated at a table with water bottles.

“Nilai dan karakter lembaga harus dipahami dengan baik oleh instruktur sebelum disampaikan kepada peserta. Ini menjadi dasar dalam membangun pembelajaran yang efektif,” jelasnya.

Tingkatkan Metode Mengajar dan Dampak Pelatihan

Selain itu, para instruktur juga dibekali teknik mengajar interaktif, komunikasi efektif, serta penyusunan rencana pembelajaran yang aplikatif. Agus Hikmat, peserta training sekaligus instruktur service motor, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kualitas pengajaran.

“Hari ini dibahas kurikulum dan insyaAllah akan saya coba terapkan ke dalam materi ajar di angkatan baru ini. Terima kasih untuk Institut Kemandirian,” ujarnya.

Group of men leaning over a table, closely inspecting an object together in a crowded scene in an indoor setting.

Baca juga: Ketika Zakatmu Tumbuhkan Kemandirian Perempuan, Rumah Produksi Kerupuk Gurita Angkat Potensi Lokal Pulau Aceh

Sementara itu, Setiawan Chogah, instruktur softskill literasi keuangan, menilai pelatihan ini memberikan pendekatan baru dalam proses pembelajaran.

“Kegiatan ini menguatkan kami sebagai fasilitator dalam menyusun struktur pembelajaran yang lebih sistematis tanpa meninggalkan ruang refleksi bagi peserta, sehingga tidak hanya menarik tetapi juga berdampak,” ungkapnya.

Relevansi Pelatihan Gratis bagi Generasi Muda

Participants in a bright conference room stand in a circle, fist-bumping with blue-table setups and green hanging signs overhead, suggesting a teamwork activity.

Para alumni juga menilai keberadaan Institut Kemandirian masih sangat relevan dalam membuka akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Harapannya, lembaga ini dapat terus menebar manfaat dan menjangkau lebih banyak pemuda Indonesia yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang,” ungkap Ja’far, Hasim, dan Wandi, yang merupakan alumni pelatihan Institut Kemandirian.

Melalui kegiatan ini, Institut Kemandirian menegaskan posisinya sebagai pelatihan vokasional gratis yang tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan kerja, tetapi juga pada penguatan sistem pembelajaran, kualitas instruktur, serta dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Siti Halimatussadiah, Malik Dynar Arijan
Penyunting: Sri Apriyanti