Ini Kata Penerima Manfaat Kurban dari Dompet Dhuafa dan Masjid Jenderal Sudirman

Four women wearing hijabs stand outdoors in a sunny field, each holding a green-wrapped package with labels.

JAKARTA — Perayaan Iduladha tahun ini terasa berbeda, khususnya bagi penerima manfaat di Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Aceh. Pasalnya, pada hari raya kurban 1447 H ini, Dompet Dhuafa menerima amanah kolaborasi untuk menyembelih sebanyak 24 doka dan tiga sapi di empat titik di atas.

Silhouetted group at night, some people holding ropes, with two figures lying on the ground nearby in dim light.
Proses pemotongan hewan program Tebar Hewan Kurban THK Dompet Dhuafa 1447 H di Nusa Tenggara Timur NTT
People sit on a blue tarp under a banner, processing and weighing meat for a Kurban (Eid al-Adha) charity event at a mosque.
Masjid Jenderal Sudirman berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban THK 1447 H di Kabupaten Kupang NTT

Kolaborasi tersebut berasal dari mudhohi Masjid Jenderal Sudirman yang berkurban melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 H Dompet Dhuafa. Alhamdulillah, sebanyak 378 total penerima manfaat dapat merasakan daging kurban, tapi lebih dari itu, mereka juga bisa merayakan Iduladha berkat kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya Masjid Jenderal Sudirman, kepada mereka yang membutuhkan.

Program THK 1447 Dompet Dhuafa menargetkan masyarakat yang berada di wilayah pelosok untuk mengantarkan kebahagiaan Iduladha. Dalam perjalanannya mengantar daging dan mengetuk pintu-pintu rumah masyarakat, diperlukan berbagai upaya untuk menjangkau wilayah mereka.

Two men stand on a dirt road in a rural area, holding a large banner for'The Kurban Series 1447 H' beside a tethered cow; another man holds a smaller sign with text. The scene appears to depict a local animal sacrifice event or charity drive.
Masjid Jenderal Sudirman berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban THK 1447 H di Kabupaten Kupang NTT
Man kneeling on a blue tarp, sorting large piles of raw meat into green baskets at a meat market or processing area.
Sinergi kebaikan Masjid Jendral Sudirman dan Dompet Dhuafa dalam menghadirkan sukacita di Iduladha 1447 H di Kabupaten Kupang NTT

Bukan hanya menjangkau wilayah terpencil, program THK 1447 H juga menyasar wilayah-wilayah yang dihuni oleh mualaf. Pemilihan Desa Merdeka, Manusuk, Kupang, NTT, bukan tanpa alasan. Wilayah ini dihuni oleh banyak keluarga eks Timor Timur.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pemberian bantuan dari para muslimin. Ini sangat membantu kami dalam merayakan Iduladha. Semoga para donatur tidak henti-hentinya berbagi kepada kami dan semoga menjadi amal ibadah yang diterima Allah Swt,” ungkap Kasim Dosantos, salah satu penerima manfaat di Kupang, NTT.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Masjid Jenderal Sudirman Salurkan Sapi Kurban untuk Mualaf di Desa Merdeka NTT

Woman in a hijab crouches by an outdoor fire, adjusting wood under a pot on a metal drum stove as others watch
Guyub masyarakat di Dusun Margahayu Way Kambas Lampung Timur saat proses Tebar Hewan Kurban 1447 H Sebagian Ibu ibu mulai memasak bersama
Man hands a certificate to a dark-furred sheep at an outdoor livestock event, with banner and onlookers in the background.
Proses penyembelihan hewan kurban dari para mudhohi Masjid Jenderal Sudirman di Magrahayu Way Kambas Lampung Timur

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Dusun Margahayu, Labuhan Ratu Tujuh, Way Kambas yang harus menempuh perjalanan udara selama 2 jam dari Bandar Lampung menggunakan transportasi darat. Perayaan Iduladha sangat terasa pada hari Tasyrik pertama, Kamis (28/5/2026).

Sebelum acara dimulai masyarakat sudah berkumpul di halaman belakang sebuah mushola. Dusun Margahayu dikenal dengan masyarakatnya yang guyub dan selalu bekerja sama ketika ada pekerjaan bersama. Terlihat Ibu-Ibu sudah bersiap di hadapan tungku, beberapa di antaranya menyiapkan kuali dan wajan yang besar. Sementara Bapak-Bapak tengah bersiap.

Women cooking over clay stoves outdoors, feeding a group near a white wall, with leaves as cooking sheets and plastic bags nearby.
Kemeriahan Iduladha di Lampung Timur masyarakat khususnya ibu ibu guyub untuk masak besar yang akan dinikmati oleh masyarakat desa
Group of volunteers performing a kurban sacrifice on a sheep outdoors, one man cutting the animal while others assist, banners in the background
Proses penyembelihan hewan kurban dari para mudhohi Masjid Jenderal Sudirman di Magrahayu Way Kambas Lampung Timur

Ada yang bersiap di bagian pencacahan daging, ada juga yang berdiri di sudut bagian menguliti hewan yang telah disembelih, telah terpasang juga tali-tali yang nantinya akan digunakan untuk menggantung hewan. Telah disiapkan pula lubang-lubang penampungan darah hewan kurban.

“Alhamdulillah bu, di sini biasa semuanya gotong royong Alhamdulilllah semuanya pada menantikan kurban ini karena setahun sekali kan, makasih ya bu sudah antarkan kurban buat kami InsyaAllah masyarakat di sini senang semua,” ujar Siti Nur Halimah salah satu juru masak di Dusun Margahayu.

Young man in a cap and glasses hands bread to an elderly man while an elderly woman sits on a bench in a sunny garden, suggesting a donation or aid moment.
Proses pendistribusian daging kurban kepada masyarakat Dusun Margahayu Way Kambas Lampung Timur

Kebahagiaan itu juga dirasakan di Dusun Merak, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Di bawah lampu di sebuah wilayah yang akses listriknya baru saja masuk. Dompet Dhuafa memang berkomitmen penuh untuk memastikan pendistribusian jatuh ke daerah yang benar-benar membutuhkan.

Akibat medan antarumah yang cukup berjauhan, proses distribusi terpaksa berlanjut menembus kegelapan malam. Menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki, tim lapangan dan warga terus bergerak hingga keesokan paginya agar bungkusan daging kurban bisa menyapa setiap pintu rumah warga yang jarang sekali menikmati protein hewani.

Woman in a navy hijab holds up pink raw meat while a young boy watches, outdoors under a wooden shelter with farming gear in the background.
Perayaan Iduladha juga dirasakan masyarakat Situbondo Jawa Timur Dompet Dhuafa mengantarkan secara langsung kepada penerima manfaat

“Iya, terima kasih masyarakat di sini sudah senang ada Dompet Dhuafa di sini. Ya, semoga tahun depan bisa ke sini lagi,” tutur salah seorang warga penerima manfaat sembari tersenyum penuh syukur saat menerima paket daging kurban.

Dompet Dhuafa turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Masjid Jenderal Sudirman. Kolaborasi ini juga merupakan bentuk komitmen Masjid Jenderal Sudirman dalam merangkul masyarakat, termasuk mereka yang mungkin masih dalam bayang-bayang ketakutan. Kita semua tidak akan melupakan peristiwa yang memporak-porandakan Sumatra pada akhir tahun 2025 silam, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh.

Baca juga: Tak Terhalang Medan Terjal, Dompet Dhuafa dan Masjid Jenderal Sudirman Hadirkan Kurban ke Dusun Merak Situbondo

Two women in hijabs exchange a wrapped basket outside a rustic wooden house, smiling at each other.
Program THK 1447 H Dompet Dhuafa juga menjangkau para penyintas yang saat ini masih berjuang para penyintas Banjir dan Longsor Sumatra salah satu titik penyalurannya adalah Aceh Utara

Terkhusus di Desa Cempeudak, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur. Bencana tersebut mengubah aliran sungai menjadi deras, menyapu bersih puluhan rumah, merusak fasilitas, serta menghancurkan sektor pertanian dan peternakan lokal.

Alhamdulillah, kebahagiaan itu bisa sampai ke tangan-tangan mereka yang membutuhkan. Tentunya, Dompet Dhuafa berharap kerja sama dengan Masjid Jenderal Sudirman tidak hanya berhenti sampai di sini.

Two hands hold a woven basket filled with raw meat cuts, with labeled bundles stacked in the background.

Semoga Dompet Dhuafa dapat mempertahankan kolaborasi ini untuk tahun-tahun mendatang, sehingga cita-cita untuk menyiarkan kebaikan bagi kemaslahatan umat dapat terus terwujud. Hal ini termasuk dalam momen Iduladha dan program-program kerja sama lainnya yang akan dilaksanakan. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Andhika Satria