JAKARTA — Perayaan Iduladha tahun ini terasa berbeda, khususnya bagi penerima manfaat di Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Aceh. Pasalnya, pada hari raya kurban 1447 H ini, Dompet Dhuafa menerima amanah kolaborasi untuk menyembelih sebanyak 24 doka dan tiga sapi di empat titik di atas.


Kolaborasi tersebut berasal dari mudhohi Masjid Jenderal Sudirman yang berkurban melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 H Dompet Dhuafa. Alhamdulillah, sebanyak 378 total penerima manfaat dapat merasakan daging kurban, tapi lebih dari itu, mereka juga bisa merayakan Iduladha berkat kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya Masjid Jenderal Sudirman, kepada mereka yang membutuhkan.
Program THK 1447 Dompet Dhuafa menargetkan masyarakat yang berada di wilayah pelosok untuk mengantarkan kebahagiaan Iduladha. Dalam perjalanannya mengantar daging dan mengetuk pintu-pintu rumah masyarakat, diperlukan berbagai upaya untuk menjangkau wilayah mereka.


Bukan hanya menjangkau wilayah terpencil, program THK 1447 H juga menyasar wilayah-wilayah yang dihuni oleh mualaf. Pemilihan Desa Merdeka, Manusuk, Kupang, NTT, bukan tanpa alasan. Wilayah ini dihuni oleh banyak keluarga eks Timor Timur.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pemberian bantuan dari para muslimin. Ini sangat membantu kami dalam merayakan Iduladha. Semoga para donatur tidak henti-hentinya berbagi kepada kami dan semoga menjadi amal ibadah yang diterima Allah Swt,” ungkap Kasim Dosantos, salah satu penerima manfaat di Kupang, NTT.
Baca juga: Dompet Dhuafa dan Masjid Jenderal Sudirman Salurkan Sapi Kurban untuk Mualaf di Desa Merdeka NTT


Sementara itu, di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Dusun Margahayu, Labuhan Ratu Tujuh, Way Kambas yang harus menempuh perjalanan udara selama 2 jam dari Bandar Lampung menggunakan transportasi darat. Perayaan Iduladha sangat terasa pada hari Tasyrik pertama, Kamis (28/5/2026).
Sebelum acara dimulai masyarakat sudah berkumpul di halaman belakang sebuah mushola. Dusun Margahayu dikenal dengan masyarakatnya yang guyub dan selalu bekerja sama ketika ada pekerjaan bersama. Terlihat Ibu-Ibu sudah bersiap di hadapan tungku, beberapa di antaranya menyiapkan kuali dan wajan yang besar. Sementara Bapak-Bapak tengah bersiap.


Ada yang bersiap di bagian pencacahan daging, ada juga yang berdiri di sudut bagian menguliti hewan yang telah disembelih, telah terpasang juga tali-tali yang nantinya akan digunakan untuk menggantung hewan. Telah disiapkan pula lubang-lubang penampungan darah hewan kurban.
“Alhamdulillah bu, di sini biasa semuanya gotong royong Alhamdulilllah semuanya pada menantikan kurban ini karena setahun sekali kan, makasih ya bu sudah antarkan kurban buat kami InsyaAllah masyarakat di sini senang semua,” ujar Siti Nur Halimah salah satu juru masak di Dusun Margahayu.

Kebahagiaan itu juga dirasakan di Dusun Merak, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Di bawah lampu di sebuah wilayah yang akses listriknya baru saja masuk. Dompet Dhuafa memang berkomitmen penuh untuk memastikan pendistribusian jatuh ke daerah yang benar-benar membutuhkan.
Akibat medan antarumah yang cukup berjauhan, proses distribusi terpaksa berlanjut menembus kegelapan malam. Menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki, tim lapangan dan warga terus bergerak hingga keesokan paginya agar bungkusan daging kurban bisa menyapa setiap pintu rumah warga yang jarang sekali menikmati protein hewani.

“Iya, terima kasih masyarakat di sini sudah senang ada Dompet Dhuafa di sini. Ya, semoga tahun depan bisa ke sini lagi,” tutur salah seorang warga penerima manfaat sembari tersenyum penuh syukur saat menerima paket daging kurban.
Dompet Dhuafa turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Masjid Jenderal Sudirman. Kolaborasi ini juga merupakan bentuk komitmen Masjid Jenderal Sudirman dalam merangkul masyarakat, termasuk mereka yang mungkin masih dalam bayang-bayang ketakutan. Kita semua tidak akan melupakan peristiwa yang memporak-porandakan Sumatra pada akhir tahun 2025 silam, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh.

Terkhusus di Desa Cempeudak, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur. Bencana tersebut mengubah aliran sungai menjadi deras, menyapu bersih puluhan rumah, merusak fasilitas, serta menghancurkan sektor pertanian dan peternakan lokal.
Alhamdulillah, kebahagiaan itu bisa sampai ke tangan-tangan mereka yang membutuhkan. Tentunya, Dompet Dhuafa berharap kerja sama dengan Masjid Jenderal Sudirman tidak hanya berhenti sampai di sini.

Semoga Dompet Dhuafa dapat mempertahankan kolaborasi ini untuk tahun-tahun mendatang, sehingga cita-cita untuk menyiarkan kebaikan bagi kemaslahatan umat dapat terus terwujud. Hal ini termasuk dalam momen Iduladha dan program-program kerja sama lainnya yang akan dilaksanakan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Anndini Dwi Putri
Penyunting: Andhika Satria

