Ini Hal-Hal yang Menghambat Datangnya Pertolongan Allah

hal-yang-menghambat-datangnya- pertolongan-Allah

Dalam kitab suci Al-Quran, Allah Swt menjanjikan pertolongan kepada umat-umat-Nya yang membela agama Allah. Dalam Al-Quran surah Muhammad ayat 47, Allah berkata bahwa siapa pun yang menolong agama-Nya, maka Dia akan memberi pertolongan dan meneguhkan kedudukan orang tersebut. Namun, apa arti pertolongan dalam ayat tersebut? Lalu, apa saja hal-hal yang bisa menghambat datangnya pertolongan dari Allah Swt untuk umat Islam?

Bentuk-Bentuk Pertolongan Allah

Dalam surah Al-Mu’min ayat 51, Allah mengatakan bahwa Dia akan menolong para Rasul dan orang-orang yang beriman di hari kiamat: “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (QS. Al-Mu’min: 51)

Namun, seperti apakah bentuk-bentuk pertolongan tersebut? Menurut tafsir dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bentuk-bentuk pertolongan Allah seperti yang tertera dalam QS. Al-Mu’min ayat 51 yakni dengan menjadikan para Rasul pemenang atas musuh-musuh mereka,  dan untuk orang-orang yang beriman, Allah akan memberikan pertolongan dengan cara membahagiakan mereka dalam kehidupan mereka, baik itu di dunia maupun akhirat.

Baca juga: Doa-doa Memohon Pertolongan Allah Dalam Ayat Al-Quran

hal-yang-menghambat-datangnya-pertolongan-Allah

Bentuk pertolongan Allah tersebut pun dapat diperluas lagi, seperti misalnya yang terjadi pada Nabi Daud dan Sulaiman, Allah menolong kedua Nabi tersebut dengan cara meninggikan kedudukan dan kekuasaan mereka di atas musuh-musuh mereka. Adakalanya juga Allah memberikan pertolongan berupa kemenangan kepada Nabi Muhammad Saw atas musuh-musuhnya. Di sisi lain, pertolongan tersebut juga bisa berbentuk kesusahan, kesengsaraan, dan malapetaka terhadap musuh nabi-nabi, seperti yang terjadi pada Fir’aun dan kaumnya atau menghancurkan orang-orang kafir lalu menyelamatkan para rasul dan orang-orang beriman di sekelilingnya, seperti yang terjadi pada Nabi Saleh, Hud, Syu’aib, dan Nuh.

Sementara bentuk pertolongan Allah di akhirat adalah dengan menghadirkan saksi-saksi yang terdiri dari para malaikat, nabi, dan orang-orang yang beriman. Di akhirat, para malaikat, nabi, dan orang-orang beriman ini akan menjadi saksi atas perbuatan orang-orang kafir terhadap orang yang mendapat pertolongan.

Hal-Hal yang Menghambat Datangnya Pertolongan Allah

Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah Swt berjanji kepada umat-umat-Nya tentang pemberian pertolongan kepada mereka yang berada dalam kesulitan. Pertolongan tersebut pun tak hanya diberikan di dunia, tetapi juga di akhirat. Namun di sisi lain, ada hal-hal yang bisa menghambat datangnya pertolongan dari Allah Swt tersebut. Apa saja?

Baca juga: Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Gempa Bumi dan Maknanya

hal-yang-menghambat-datangnya-pertolongan-allah

Dalam Tafsir Fî Zhilâl Al-Qur’ân, Sayyid Quthb seorang pemikir Islam dan aktivis Islam Mesir yang paling terkenal pada abad ke-20, menjelaskan hal-hal apa saja yang mempengaruhi terlambatnya pertolongan dari Allah. Salah satu hal yang menghambat datangnya pertolongan dari Allah kepada seseorang adalah saat orang tersebut tidak menerima tanda-tanda kekuasaan Allah, peringatan, atau rahmat-Nya, seperti saat orang tersebut menerima kabar gembira untuk dirinya sendiri. Apalagi orang tersebut juga tidak mengambil hikmah dari kekuasaan Allah yang ditampakkan kepadanya. Hal ini dijelaskan oleh Sayyid Quthb saat ia menafsirkan surah Ar-Rum ayat 47 yang berbunyi:

“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar-Rum (30): 47)

Menurut tafsir Kemenag RI, surah ini mengisahkan tentang kaum musyrik Mekah yang tetap mengingkari ajaran tauhid Nabi Muhammad Saw, padahal mereka secara nyata telah melihat tanda-tanda keesaan Allah. Allah menurunkan ayat ini untuk menghibur hati Rasulullah dan menegaskan bahwa para rasul sebelumnya juga didustakan oleh kaumnya, padahal mereka membawa keterangan-keterangan yang cukup seperti hal yang dilakukan oleh Rasulullah. Kemudian, Allah pun memberikan pembalasan dan menurunkan azabnya terhadap orang-orang yang berdosa itu, karena mereka telah menyakiti para pembawa kebenaran, dan merupakan hak Allah untuk menolong orang-orang yang beriman yang meyakini dengan sepenuh hati wujud dan keesaan-Nya. Dengan demikian, pengingkaran ini menjadi salah satu hal yang dapat menghambat datangnya pertolongan dari Allah Swt.

Baca juga: Sudah Meninggal Dunia tapi Hutang Belum Lunas, Bagaimana Hukumnya?

Selain itu, menurut Sayyid Quthb ada pula faktor lain yang dapat menghambat datangnya pertolongan dari Allah, yakni penyimpangan akidah. Hal ini dinyatakan Quthb saat menafsirkan QS. Muhammad ayat 7. Menurutnya, sebagian besar orang telah tertipu dan mengabaikan syarat yang ada dalam surah tersebut, yakni saat Allah menjanjikan kepada “orang-orang mukmin yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolong orang tersebut dan meneguhkan kedudukannya”. Menurut Sayyid Quthb penyimpangan akidah di sini adalah saat kata kata ‘menolong’ yang disandingkan dengan syahid, syuhada, dan jihad “diobral” hingga menyimpang dari maknanya yang lurus. Seperti yang terjadi di masa ini, saat kata jihad menjadi sesuatu yang salah kaprah, di mana seseorang menghalalkan segala cara untuk membunuh nyawa sesamanya, demi mendapatkan label syahid.

Terakhir, menurut Sayyid Quthb, hal yang menghambat datangnya pertolongan Allah ada dalam QS. An-Nur ayat 55. Dalam surah tersebut Allah menyatakan bahwa Dia berjanji memberikan pertolongan-Nya hanya jika orang-orang yang beriman tetap menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan-Nya. Apabila syarat tersebut telah terpenuhi, maka Allah akan mendatangkan pertolongan, kekuasaan, peneguhan, pengokohan dan keamanan di sisi orang tersebut.

Syarat Mendapat Pertolongan Allah

Dalam bukunya yang berjudul Tadabbur Qur’an di Akhir Zaman, Ustaz Fahmi Salim, Doktor di bidang Tafsir dan Ilmu Alquran Universitas Al Azhar Mesir menjelaskan bahwa untuk bisa mendapatkan pertolongan Allah, butuh persiapan yang harus dilakukan. Menurutnya, pertolongan Allah tidak akan hadir apabila seseorang masih terus-terusan melakukan kemaksiatan. Selain itu, mustahil juga pertolongan Allah datang apabila seseorang hanya berdiam diri saat menyaksikan adanya kemungkaran.

Baca juga: Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Gunung yang Wajib Muslim Ketahui

Mengutip Republika, Ustaz Fahmi mengatakan bahwa syarat untuk mendapatkan pertolongan Allah disebutkan dalam QS. Al Hajj ayat 41 yang berbunyi:

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscya mereka mendirikan sholat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS Al Hajj (22): 41).

Dari sana, Ustaz Fahmi menyimpulkan bahwa ciri-ciri orang yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah di antaranya adalah mereka yang mendirikan salat, menunaikan zakat, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran. Empat kategori ini menjadi kunci bagi seseorang untuk mendapatkan pertolongan Allah.

Dengan demikian, berzakat dan bersedekah menjadi salah satu cara atau ikhtiar bagi kita untuk mempermudah datangnya pertolongan dari Allah Swt. Selain itu, menyisihkan sebagian harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan juga akan menjadi berkah bagi kita di dunia dan juga di akhirat.

SEDEKAH SEKARANG